Archive | April 2014

Tahukah Anda tentang BROWNIES???

Brownies!….
Siapa sih di Indonesia ini yang belum tahu tentang Brownies?…
Saya yakin hampir semua penggemar kue dan coklat sudah pernah dengar tentang jenis kue yang satu ini.

Tapi….
Apakah anda benar-benar tahu, sesungguhnya jenis kue apa sih brownies itu?

Dari hasil “ngobrol” dengan “mbah” gugel nih…ternyata brownies itu asalnya dari sebuah kegagalan membuat cake coklat yang mengembang dan empuk, alias cake bantat.

Tapi…kok cake bantat bisa enak ya?

Bedanya karena dalam adonan brownies ada pemakaian coklat yang cukup tinggi, sehingga membuat tekstur “bantat”nya tidak seperti cake yang hanya mengandung tepung saja.

Coklat dalam adonan brownies membuat tekstur padat dan retak namun mudah lumer di mulut saat terkena suhu panas dan berair seperti saat kita makan coklat padat.

Di negara asalnya di Amerika, brownies ini mulai populer di akhir abad ke 19, dan sampai sekarang banyak divariasikan dengan berbagai jenis coklat maupun jenis kacang-kacangan dalam isiannya. Namun berbagai varian ini tidak merubah tampilan kebantatan dari brownies tersebut.

Banyak orang yang hanya beranggapan bahwa kue brownies, diartikan sesuai warna coklatnya saja, tanpa melihat sejarah ataupun asal muasalnya sampai disebut demikian. Padahal, saat sebuah kue yang dinamakan “brownies” tapi memiliki tekstur yang berongga dan mengembang empuk (saat ditekan dengan jari sikue elastis ke posisi semula), maka itu sudah bukan lagi jenis kue brownies, melainkan “cake” atau bisa juga “muffin”.

Sekarang ini brownies dibedakan secara garis besarnya menjadi 2 bagian sesuai dengan kadar coklatnya yaitu brownies yang teksturnya kokoh di bagian luar dan sedikit moist lembut di bagian dalam (kadar coklatnya standard sampai sedang), dengan brownies yang bagian dalamnya “fudgy” = menyerupai “dodol” coklat (kadar coklat sedang sampai tinggi).
Keduanya memiliki sensasi tersendiri saat dinikmati.

Selain dari kadar coklat, sekarang ada juga yang dikategorikan sebagai jenis brownies, tetapi tidak berwarna coklat, karena memakai jenis coklat putih. Varian yang satu ini biasanya disebut “Blondie” alias “si Pirang”. Sensasi rasa yang ditimbulkan juga jauh berbeda dengan yang menggunakan warna coklat.

Jadi, dari uraian di atas, tentunya sudah bisa dibayangkan kue mana sesungguhnya yang pantas kita sebut sebagai “Brownies” , bukan?

Semoga bisa memberikan pencerahan dan tidak lagi salah kaprah dalam membayangkan jenis kue “Brownies” ini.

Love U all
Elisa Clara